Day 1: Describing My Personality

 Day 1: Describing My Personality

Arti personalitas sendiri itu apa dah. Jir, bukannya langsung to the point ya. Bentar cek kamus dulu.

Personality is the combination of characteristics or qualities that form an individual's distinctive character.

Kualitas ya. Oalah.

Kalo test MBTI yang udah gue coba berkali-kali sih (lebih dari 3 kali di waktu yang berbeda), gue selalu dapat ENFJ. The Protagonist.

Di situ dikatakan bahwa, 

Protagonists are born leaders, which explains why these personalities can be found among many notable politicians, coaches, and teachers. Their passion and charisma allow them to inspire others not just in their careers but in every arena of their lives, including their relationships. 

Protagonists are genuine, caring people who talk the talk and walk the walk. Nothing makes them happier than motivating other people to do what’s right.

Kayaknya gue tuh sangat attached to people ya. Sumpah seneng iya, tp sumpah capek juga.

Yaudah gue bikinnya singkat sekepikirannya gue pada hari ini aja ya. Plus dan minus. Mungkin bisa ditambahkan atau dikurangkan dikemudian hari.

Plus:

- Perfectionist. Mungkin karena gue goldar A kali ya. 

- Well-organized. Iya, memang. Tapi gak separah Marie Kondo sih. 

- Friendly. Anjay. Tapi beneran deh, gue ga punya kesulitan kenal sama orang baru.

Minus:

- Gampang jatuh cinta. Ke cewek dan cowok ya. Gue gampang suka. Anjay. Ini keminusan gue yang bikin gue susah sendiri sih. 

Connecting with other people makes Protagonists (ENFJs) feel alive and purposeful.

From their closest friends to their wide circle of acquaintances, Protagonist personalities approach relationships with a sense of purpose, creating bonds that are not easily broken. 

Susah yah, jadi people pleaser sudah mendarah daging gini. 

- Procrastinator sejati. Karena gue perfeksionis, jadinya malah suka nunda-nunda.

- Gak enakan, dan susah untuk menolak. 

- Pendiam. Loh, katanya tadi supel? Maksud gue di sini, gue sekarang gak suka jadi terlalu menonjol. Gue mau hidup di bawah bayang-bayang orang yang punya jiwa leadership aja. Silakan kalian yang berpikir dan menyuruh saya. Saya udah capek jadi yang memimpin-mimpin (ini kayaknya salah imbuhan).

Sekian deh gue males nulis panjang-panjang.

NB. Makasih buat Nanda yang mau diajak nulis huhuhu, emang shohabat bgt dah



Comments

Popular posts from this blog

Day 2: Things that makes me happy

Day 6: Single & Happy